Telinga seperti mati rasa
Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang menggunakan waktunya lebih banyak untuk mendengarkan musik keras melalui headphone merasakan telinganya mati rasa. Kemampuan pendengaran mereka mati rasa sementara, dan kemudian normal kembali. Mati rasa pada pendengaran bisa membahayakan dan menyebabkan ketulian.
Sel-sel saraf yang membawa sinyal listrik dari telinga ke otak memiliki lapisan yang disebut dengan selubung myelin, yang membantu sinyal listrik untuk bisa melalui sel. Paparan suara keras(lebih dari 110 desibel) bisa menghilangkan lapisan sel ini, dan mengganggu sinyal listrik. Akibatnya, saraf tidak lagi efisien bisa mengirimkan informasi dari telinga ke otak.Namun jika seseorang berhenti endengarkan musik keras menggunakan headphone, maka sel-sel ini akan berfungsi lagi seperti biasa. Artinya kehilangan pendengaran ini bisa bersifat sementara, dan berfugsi penuh kembali kata para peneliti. Namun bagaimana jika kita jarang mengistirahatkan telinga kita dari suara keras melalui headphone?
Nyeri Telinga bagian dalam
Orang yang menggunakan earphone atau headphone umumnya mengeluh merasakan rasa nyeri didalam telinga. Seperti ada beberapa suara aneh yang berdengung di dalam telinga atau nyeri di titik telinga tertentu.
Efek buruk pada Otak
Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh earphone dan headphone dapat menyebabkan bahaya serius bagi otak. Namun bukti medis yang kuat masih belum ditemukan. Tetapi orang-orang yang menggunakan headphone Bluetooth dalam kesehariannya, telah ditemukan lebih rentan terhadap masalah yang terkait otak.
Sumber : www.carakhasiatmanfaat.com>artikel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar